<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Geoekonomi on Hubungan Diplomatik dan Geopolitik</title><link>https://relasidiplomasi.com/tags/geoekonomi/</link><description>Recent content in Geoekonomi on Hubungan Diplomatik dan Geopolitik</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 09 Nov 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://relasidiplomasi.com/tags/geoekonomi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Belt and Road Initiative: Ambisi Geopolitik China Melalui Konektivitas Global</title><link>https://relasidiplomasi.com/posts/belt-road-initiative/</link><pubDate>Sun, 09 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://relasidiplomasi.com/posts/belt-road-initiative/</guid><description>&lt;section class="prose lg:prose-xl max-w-none text-gray-800 dark:text-gray-100 leading-relaxed"&gt;
&lt;h3 id="strategi-global-di-balik-jalur-sutra-modern"&gt;Strategi Global di Balik Jalur Sutra Modern&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Diluncurkan pada tahun 2013 oleh Presiden Xi Jinping, &lt;strong&gt;Belt and Road Initiative (BRI)&lt;/strong&gt; atau &lt;em&gt;Inisiatif Sabuk dan Jalan&lt;/em&gt; merupakan salah satu proyek geoekonomi paling ambisius dalam sejarah modern.&lt;br&gt;
Melalui visi besar “konektivitas global”, China berupaya menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa melalui jaringan &lt;strong&gt;infrastruktur transportasi, energi, dan digital&lt;/strong&gt; yang membentuk arteri perdagangan baru dunia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun di balik jargon kerja sama dan pembangunan, BRI juga mencerminkan &lt;strong&gt;strategi geopolitik jangka panjang&lt;/strong&gt; Beijing untuk memperluas pengaruh ekonomi dan diplomatiknya di panggung global.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Perang Ekonomi Modern: Sanksi sebagai Senjata Diplomasi Abad 21</title><link>https://relasidiplomasi.com/posts/economic-warfare/</link><pubDate>Thu, 06 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://relasidiplomasi.com/posts/economic-warfare/</guid><description>&lt;section class="prose lg:prose-xl max-w-none text-gray-800 dark:text-gray-100 leading-relaxed"&gt;
&lt;h3 id="sanksi-ekonomi-dan-transformasi-diplomasi-global"&gt;Sanksi Ekonomi dan Transformasi Diplomasi Global&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Dalam politik internasional modern, sanksi ekonomi telah berkembang menjadi &lt;strong&gt;alat diplomasi koersif paling efektif&lt;/strong&gt; yang digunakan negara-negara besar untuk menekan lawan tanpa melibatkan kekuatan militer.&lt;br&gt;
Jika pada abad ke-20 kekuasaan ditentukan oleh jumlah senjata dan tentara, maka di abad ke-21, &lt;strong&gt;kekuatan finansial dan kontrol terhadap sistem ekonomi global&lt;/strong&gt; menjadi senjata utama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sanksi kini digunakan bukan hanya untuk menghukum, tetapi juga untuk &lt;strong&gt;mengarahkan perilaku negara lain&lt;/strong&gt;, mengisolasi rezim, atau memengaruhi hasil politik di dalam negeri sasaran.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>