<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Energi Terbarukan on Hubungan Diplomatik dan Geopolitik</title><link>https://relasidiplomasi.com/tags/energi-terbarukan/</link><description>Recent content in Energi Terbarukan on Hubungan Diplomatik dan Geopolitik</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sat, 08 Nov 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://relasidiplomasi.com/tags/energi-terbarukan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kompetisi Energi Hijau: Perebutan Sumber Daya Transisi Energi Global</title><link>https://relasidiplomasi.com/posts/green-energy-competition/</link><pubDate>Sat, 08 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://relasidiplomasi.com/posts/green-energy-competition/</guid><description>&lt;section class="prose lg:prose-xl max-w-none text-gray-800 dark:text-gray-100 leading-relaxed"&gt;
&lt;h3 id="transisi-energi-dan-pergeseran-kekuatan-global"&gt;Transisi Energi dan Pergeseran Kekuatan Global&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Percepatan transisi menuju energi bersih tidak hanya menandai perubahan paradigma industri, tetapi juga &lt;strong&gt;pergeseran kekuatan geopolitik global&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Jika abad ke-20 ditandai oleh perebutan minyak dan gas, maka abad ke-21 menyaksikan &lt;strong&gt;kompetisi atas sumber daya kritis&lt;/strong&gt; seperti litium, nikel, kobalt, dan tanah jarang — bahan baku utama dalam baterai, turbin angin, dan panel surya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di tengah krisis iklim dan tekanan untuk mencapai &lt;em&gt;net zero emissions&lt;/em&gt;, negara-negara berlomba menguasai rantai pasok energi hijau yang akan menentukan masa depan ekonomi dunia.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>